Beberapa Penyebab Penyakit Kulit Yang Sering Tertukar

BERKAHPOKER Ada alasannya mengapa kita harus menjalani serangkaian tes untuk memperoleh sebuah diagnosa. Salah satu sebabnya adalah beberapa penyakit memiliki gejala yang mirip satu sama lain, sehingga amat mudah untuk tertukar apabila tidak diteliti secara saksama. Diagnosa penyakit tidak tepat akan mengakibatkan proses pengobatan tidak berjalan maksimal.

Membahas penyakit-penyakit kulit yang gejalanya mirip satu dengan yang lain sehingga mudah untuk tertukar. Untuk lebih jelasnya, yuk, kita pelajari bersama penyakit kulit mana saja yang sering tertukar.

1. Selulitis

Penyakit kulit Selulitis merupakan salah satu penyakit kulit yang paling sering didiagnosa dan juga salah diagnosa. Hal ini disebabkan banyaknya gejala penyakit kulit lain yang sangat mirip dengan Selulitis.

Selulitis adalah infeksi pada kulit dan lapisan di dalamnya yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes dan Staphylococcus aureus. Permukaan kulit yang terinfeksi oleh bakteri ini akan menjadi merah, bengkak, terasa panas, sakit bila dipegang, dan badan dapat demam. Selain itu, penyakit Selulitis dapat menyebar secara cepat dan umumnya terjadi di bagian tubuh kaki.

Pasien yang memiliki Selulitis akan menunjukkan gejala seperti berikut:

  • Bagian tubuh yang terkena biasanya hanya satu sisi saja (unilateral) dan berwarna merah.
  • Bagian yang bengkak dan berwarna kemerahan saat diraba akan terasa hangat dan di dalamnya seperti ada cairan.
  • Cairan tersebut dapat mengakibatkan kulit menjadi seperti melepuh atau membentuk kantong yang di dalamnya ada cairannya.

Selain itu, laman Dermnet New Zealand juga menyebutkan bahwa pasien dengan Selulitis akan berangsur membaik setelah minum obat antibiotik, dalam waktu 24 hingga 48 jam. Apabila gejala tidak menunjukkan perubahan, ada kemungkinan besar penyakit tersebut bukanlah Selulitis.

Beberapa penyakit yang memiliki kemiripan dengan Selulitis adalah:

  • Erisipelas (infeksi pada lapisan kulit paling luar).
  • Dermatitis Statis (peradangan di kulit akibat sirkulasi darah di pembuluh darah yang buruk)
  • Dermatitis Kontak (gatal-gatal dan kemerahan pada kulit akibat kontak langsung dengan zat tertentu misalnya logam dan perhiasan)
  • Trombosis Vena Dalam (penggumpalan darah pada pembuluh darah vena dalam)
  • Shingles atau Cacar Ular (muncul bintil-bintil di kulit yang berisi air yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster).
  • Limfedema (pembengkakan pada lengan atau tungkai karena penyumbatan di pembuluh getah bening)
  • Artritis Septik (infeksi pada sendi yang disebabkan oleh bakteri, virus, dsb.)

2. Hidradenitis suppurativa

Hidradenitis Suppurativa (HS) adalah penyakit kulit berupa benjolan yang umumnya muncul di bagian tubuh yang sering terjadi gesekan, misalnya di ketiak, pantat, atau paha.

Benjolan ini terbentuk sebagai akibat dari inflamasi dan infeksi di kelenjar keringat yang kemudian membesar dan terasa sakit. Benjolan ini dapat pecah, mengeluarkan cairan dan meninggalkan bekas.

Gejala awal Hidradenitis Suppurativa sangat mirip dan dapat tertukar dengan furunkulosis yaitu benjolan pada kulit yang sakit dan bernanah yang disebabkan oleh bakteri.

Pengobatan untuk Hidradenitis Suppurativa menggunakan steroid, obat pereda nyeri, pereda bengkak, dan antibiotik. Kemudian, pasien dengan Hidradenitis Suppurativa ringan cukup mengoleskan salep pada bagian yang luka. Sementara untuk kasus yang berat, dokter akan melakukan operasi untuk menghilangkan bekas luka dan benjolan.

Pasien yang menderita Hidradenitis Suppurativa juga dianjurkan untuk melakukan hal-hal ini:

  • Mengenakan pakaian yang longgar.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan agar tetap berada di ukuran normal.
  • Berhati-hati supaya kulit tidak terluka.
  • Sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan.

3. Dermatitis Perioral

Dermatitis Perioral adalah ruam di area dekat mulut yang terasa gatal atau panas seperti terbakar. Ruam dapat menyebar ke area hidung dan mata. Kemudian gejala dapat berlangsung dalam kurun waktu lama, hilang, kemudian kembali lagi. AGEN POKER TERPERCAYA

American Osteopathic College of Dermatology (AOCD), Dermatitis Perioral disebabkan oleh:

  • Penggunaan salep steroid dalam kurun waktu lama.
  • Penggunaan obat steroid dalam bentuk spray di area hidung dan mulut.
  • Menggunakan krim wajah yang berat dan pelembab secara berlebihan.
  • Penggunaan pasta gigi dengan fluoride.
  • Iritasi kulit.
  • Memiliki rosacea.

Gejala Dermatitis Perioral memiliki kemiripan dengan jerawat (acne vulgaris), rosacea, Dermatitis Seboroik, Dermatitis Kontak, Demodicosis pada wajah yaitu radang pada kulit karena tungau Demodex, dan penyakit Lupus.

Langkah utama dalam mengobati Dermatitis Perioral adalah dengan tidak mengenakan produk kulit atau pasta gigi yang menyebabkan iritasi. Kemudian dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengganti resep obat yang menggunakan steroid atau mungkin menurunkan kadar steroid pada obat.

Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengobati Dermatitis Perioral antara lain krim metronidazole, azelaic acid, erythromycin, dan clindamycin losion.

4. Melanoma

Melanoma merupakan kanker kulit yang sangat berbahaya. Melanoma apabila tidak ditangani secara dini akan menyebar ke organ tubuh yang lain secara cepat dan menjadi sulit untuk disembuhkan.

Misdiagnosis of Melanoma: A 7 Year Single-Center Analysis” yang¬† Pigmentary Disorders tahun 2015, diagnosa Melanoma sering tertukar dengan kondisi ini:

  • Naevus atau Nevus yaitu bercak berwarna di permukaan kulit.
  • Karsinoma Sel Basal yaitu benjolan yang muncul di permukaan kulit sebagai akibat dari paparan sinar matahari yang terlalu lama. Benjolan ini tidak sakit, dapat membesar dan mudah untuk berdarah. Karsinoma Sel Basal atau BCC merupakan salah satu jenis kanker kulit.
  • Tumor tanpa spesifikasi yang jelas.
  • Granuloma Piogenik (tumor vaskuler jinak di kulit)
  • Karsinoma Sel Skuoamosa atau SCC
  • Hemangioma (benjolan atau tanda berwarna merah yang muncul di kulit, dapat berkembang)
  • Keratosis Seboroik (benjolan menyerupai kutil di kulit).

Untuk mendiagnosa Melanoma perlu dilakukan beberapa tes seperti pemeriksaan fisik, biopsi, tes darah,  pemindaian CT Scan, dan MRI. Apabila mendapati bercak atau benjolan pada permukaan kulit tubuh yang terlihat tidak wajar, segera periksakan ke dokter.

5. Psoriasis

Psoriasis adalah salah satu penyakit autoimun yang mana sel kulit tumbuh 10 kali lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, kulit menjadi tebal atau menumpuk dan kemudian berwarna merah, bersisik putih dan gatal. Psoriasis umumnya muncul di lutut, siku, punggung bagian bawah dan kulit kepala.

Gejala Psoriasis sangat mirip dengan gejala eksim di mana keduanya sama-sama berwarna merah, gatal, dan timbul. Namun, orang yang memiliki eksim akan merasakan gatal yang lebih intens daripada orang yang memiliki Psoriasis. Kemudian eksim umumnya muncul di bagian dalam siku dan lutut, bukan di bagian luar siku atau lutut. Paparan sinar matahari akan memperlambat pertumbuhan sel kulit yang abnormal di Psoriasis, sedangkan di eksim tidak.

Pengobatan Psoriasis dengan krim dan salep yang mengandung corticosteroid atau retinoid.

Itulah 5 jenis penyakit kulit yang memiliki kemiripan dalam gejala. Berdasarkan informasi di atas, sangatlah penting untuk memeriksa kondisi kulit kita secara rutin. Apabila kulit mengalami ruam, iritasi atau tiba-tiba muncul bercak yang tidak wajar, segera periksakan diri ke dokter. Kemudian untuk kasus kulit dengan bercak dan tahi lalat yang semakin melebar atau besar, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan beberapa kali dan konsultasi dengan beberapa dokter untuk mendapatkan diagnosa yang akurat. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *