Bandar Sakong Online

WargaTiongkok Mengenang Seorang Dokter Muda Berhati Mulia

BERKAHPOKER Namanya adalah Li Wenliang. Dia adalah dokter mata yang menjadi penyeru awal tentang adanya COVID-19. Kabar yang ia dengungkan ramai dibicarakan di media sosial Tiongkok. Tapi dia justru dipanggil kepolisian Wuhan, ditegur karena dianggap menyebarkan berita palsu mengenai “virus misterius SARS yang belum terkonfirmasi.

Li Wenliang meninggal pada tanggal 6 Februari 2020 pada usia 34 tahun, juga karena COVID-19. Tepat setahun setelah meninggalnya dokter tersebut, orang-orang datang ke Rumah Sakit Pusat di Wuhan, tempat ia bekerja, untuk memberikan penghormatan.

1. Alkitab Matius 5:10

Para pelayat pada hari Sabtu (6/2) datang ke Rumah Sakit Pusat Wuhan. Mereka membawa serta karangan bunga krisan dan diletakkan di sebuah taman kecil di belakang rumah sakit. Mereka menghormati Li Wenliang karena ia dianggap sebagai whistleblower tentang adanya virus mematikan COVID-19.

Le Wenliang adalah satu dari delapan dokter whistleblower yang mengabarkan keberadaan COVID-19, yang dihukum oleh pemerintah Tiongkok. Mereka dianggap “menyebarkan rumor” yang tidak jelas. Li pada dasarnya hanya ingin memperingatkan orang lain.

Li saat itu mengatakan kepada salah satu media di Tiongkok bahwa “Masyarakat yang sehat seharusnya tidak hanya memiliki satu jenis suara,” katanya mengkritik pemerintah ketika ia dihukum. Saat ini, publik Tiongkok baik secara daring maupun luring berduka atas setahun kematiannya. AGEN POKER TERPERCAYA

Beberapa pelayat yang datang ke belakang Rumah Sakit Pusat Wuhan, membawa karangan bunga dan ada yang tertulis ayat Alkitab: Matius 5:10. Hanya angka. Namun bunyi ayat Matius 5:10 menunjukkan posisi sang dokter yang mulia. Bunyi ayat tersebut adalah “Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran sebab mereka yang memiliki Kerajaan Sorga.”

2. Narasi kemenangan Tiongkok

Kematian Li Wenliang sempat diumumkan media pemerintah Tiongkok pada 6 Februari tapi pengumuman tersebut ditarik dengan cepat. Pada tanggal 7 Februari, Rumah Sakit Pusat Wuhan secara resmi mengumumkan kematianya.

Penyelidikan dilakukan atas kematian Li. Dan dengan cepat, narasi keberadaan virus mematikan menjadi sebuah narasi yang disusun ulang dan dibalikkan menjadi narasi kemenangan Tiongkok. Beberapa petugas polisi yang menegur Li, dihukum dan diberi peringatan.

Li meninggal, kemarahan publik di Tiongkok membengkak. Kemarahan itu menyasar pemerintah pusat. Namun Li kemudian disebut “adalah anggota Partai Komunis, bukan orang yang menentang sistem.” Mereka yang menghukum Li disebut seperti “pasukan musuh.”

Tapi sejak kematian Li, pemerintah pusat Tiongkok melakukan gerak cepat, diantaranya memberlakukan penguncian di Wuhan. Wabah juga berhasil dikendalikan saat penanganan dipercepat, pembangunan rumah sakit darurat di selesaikan dan sebaran infeksi dapat ditahan.

Meski narasi kemenangan melawan dan mengendalikan virus mematikan disiarkan oleh Tiongkok, tapi untuk negara-negara lain, hal itu terlambat. Wabah menyebar dengan cepat dan melumpuhkan banyak negara, baik di Asia, Eropa, Afrika atau Amerika.

3. Kematian Li Wenliang masih jadi topik sensitif

Mereka yang berkabung dan mengirim bunga ke taman belakang Rumah Sakit Pusat Wuhan hanya sedikit orang. Seorang pelayat yang menulis ayat Alkitab juga tak berkenan di wawancarai. Hingga saat ini, kematian Li masih menjadi topik yang sensitif. Istri dan keluarganya juga menahan diri untuk permintaan wawancara.

Saat ini, Wuhan yang memiliki penduduk 11 juta orang, telah kembali ke kehidupan normal. Tapi setahun sejak kematian Li Wenliang, rupanya masih menarik banyak orang yang berkabung, khususnya di media sosial Tiongkok.

postingan terakhir Dr. Li Wenliang telah menarik ribuan orang berkomentar. Para komentator memberikan komentar seperti emotikon lilin, hingga pembaruan kehidupan mereka yang kini jadi lebih baik.

Salah satu akun ada yang menulis “Saya pikir semua orang akan melupakan Anda setelah satu tahun. Saya salah. Anda hidup selamanya di hati orang-orang Tiongkok,” tulis akun tersebut mengungkapkan perasaannya.

Hingga saat ini, tidak ada acara peringatan besar untuk kematian Li Wenliang. Tidak ada peringatan publik berskala besar. Mereka yang membawa bunga ke Rumah Sakit Pusat Wuhan juga hanya segelintir orang saja. Tapi di antara bunga tersebut, ada sebuah pesan kecil yang terselip, dan tulisan itu terbaca Terimakasih, Dr. Li Wenliang. AGEN POKER ONLINE

Bandar Sakong Online

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *