Penyebab dan Faktor Risiko Hipotensi Ortostatik

BERKAHPOKER Pernahkah kamu merasa pusing saat beranjak terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring? Bila pernah, kamu perlu waspada karena kemungkinan ini adalah gejala dari hipotensi ortostatik.

Bisa dialami siapa pun, berikut ini fakta medis seputar penyebab, gejala, dan pengobatan hipotensi ortostatik yang perlu kamu ketahui.

1. Terjadi saat berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring

Melansir Mayo Clinic, hipotensi postural atau hipotensi ortostatik adalah kondisi penurunan tekanan darah yang terjadi saat seseorang beranjak atau berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa pusing, bahkan pingsan.

Biasanya, pusing akibat perubahan posisi ini hanya terjadi sebentar. Namun, jika berlangsung lama, kamu mesti waspada karena hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

2. Tekanan darah pada hipotensi ortostatik

Tekanan darah diukur dalam satuan milimeters of mercury atau mmHg dan meliputi dua pengukuran, yaitu sistolik (tekanan darah pada pembuluh darah arteri ketika jantung berdenyut) dan diastolik (tekanan darah pada pembuluh darah arteri di antara denyut jantung).

Tekanan darah yang normal berkisar 120/80 mmHg, sedangkan hipotensi berada di bawah 90/60 mmHg. Melansir Cleveland Clinic, seseorang memiliki hipotensi ortostatik jika tekanan darah turun lebih dari 20 mmHg untuk sistolik dan 10 mmHg untuk diastolik setelah 3 menit berdiri.

3. Ditandai dengan merasa pusing saat berdiri dan gejala lainnya

AGEN POKER TERPERCAYA Gejala hipotensi ortostatik yang paling umum yaitu pusing saat berdiri terlalu cepat setelah duduk atau berbaring. Biasanya, gejala berlangsung dalam beberapa menit. Selain pusing, gejala lainnya yang bisa muncul.

4. Penyebab dan faktor risiko hipotensi ortostatik

Saat berdiri, gravitasi menyebabkan darah berkumpul di kaki dan perut. Hal ini menurunkan tekanan darah karena darah yang bersirkulasi kembali ke jantung menjadi lebih sedikit. Jantung kemudian akan memompa darah lebih banyak untuk menstabilkan tekanan darah.

Hipotensi ortostatik terjadi ketika sesuatu hal mengganggu proses alami tubuh untuk mengembalikan tekanan darah yang turun.

5. Bisa menjadi faktor risiko stroke dan menyebabkan komplikasi lainnya

Hipotensi ortostatik yang terjadi terus-menerus bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama pada orang yang lebih tua. Berikut ini risiko komplikasi yang mesti diwaspadai:

6. Pengobatan bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah normal

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab hipotensi. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah normal.

Untuk hipotensi ortostatik yang ringan, perawatan yang paling sederhana yaitu dengan duduk atau berbaring segera setelah merasa pusing saat berdiri. Jika hipotensi disebabkan oleh obat-obatan, lebih baik dikonsultasikan dengan dokter. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *