Pembunuhan Berencana Akan Di Berikan Hukuman Mati

Pembunuhan Berencana Akan Di Berikan Hukuman Mati

Pembunuhan Berencana Akan Di Berikan Hukuman Mati

BERKAHPOKER Penemuan Mayat laki laki pengusaha rental mobil Alhadar (29) ditemukan tak bernyawa dan mengenaskan  di dalam sebuah sumur di Jalan Perawang, Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Siak, Riau, pada Senin (21/9/2020).

Setelah dilakukan penyelidikan, Alhadar rupanya dibunuh oleh empat orang pria berinisial AN, DV, IR, dan DD,Dua pelaku AN dan DV kini berhasil ditangkap polisi,Namun, IR dan DD masih dalam pengejaran dari daftar dpo ( daftar pencarian orang ).

Berikut deretan fakta soal kematian Alhadar yang dibuang dalam sumur:

1. Ditemukan Tertelungkup dan Ditali

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto  mayat Alhadar pertama kali ditemukan oleh warga bernama Surasman.

Surasman menemukan korban dalam lubang sumur dengan posisi telungkup.

Kondisi korban pada saat ditemukan dalam keadaan telungkup di dalam sumur,” ucap Sunarto.

Kedua tangan korban terikat ke arah depan dengan tali tambang warna hijau tua.

Mulutnya ditutup menggunakan handuk dan kepalanya ditutup dengan kain celana bahan jeans.

Sedangkan, saat ditemukan korban masih menggunakan pakaian lengkap.

Kondisi korban pada saat ditemukan dalam keadaan telungkup di dalam sumur,” jelas Sunarto,

Setelah penemuan mayat itu, saksi langsung melaporkannya ke Polsek Tualang, Polres Siak.

Sedangkan mayat langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk diautopsi dan untuk mengetahui penyebab kematian tersebut dengan beberapa penelurusuan dari pihak rumah sakit.

2. Kenal Lewat Instagram

Mereka membunuh Alhadar karena melawan kami bunuh korban ingin menguasai harta korban, yang berupa mobil merk Daihatsu Xenia abu-abu metalik dengan nomor plat BM 1516 PB.

Mereka berpura-pura menjadi penyewa mobil demi melancarkan aksinya.

Pelaku DV memesan mobil rental pada korban melalui Instagram.

DV secara kebetulan menemukan akun @rentalmmobil_pku milik korban.

Lalu, mereka saling berkomunikasi hingga korban mau berangkat ke daerah Siak untuk menjemput pelaku.

3. Dibunuh saat Diajak Ngobrol

Sesampainya di rumah pelaku AN, korban sempat diajak mengobrol.

Lalu, satu di antara pelaku tiba-tiba memukul kepala korban dari belakang.

Korban yang tidak berdaya dipukuli oleh pelaku secara bergiliran.

Bahkan ada yang menusuk korban dengan senjata tajam (sajam) sejenis badik.AGEN POKER TERPERCAYA

Hal itu dilakukan berulang kali hingga korban meninggal dunia.

“Perbuatan pelaku ini sesuai dengan hasil autopsi jasad korban, yaitu disebabkan kekerasan tumpul dan tajam di bagian kepala berulang kali hingga korban meninggal dunia,” kata Kapolda Riau, Irjen Agung, Minggu (27/9/2020).

Lalu, mayat korban dibuang di sebuah sumur dangkal di Jalan Perawang, Kampung Pinang Sebatang.

Jarak antara sumur dengan rumah pelaku AN sekitar 50 meter.

Kemudian mereka kabur dengan menggunakan mobil korban

4. Ada Bercak Darah di Rumah Pelaku

Setelah mayat korban ditemukan, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil memperoleh fakta bahwa terakhir kali korban sempat mengunjungi rumah AN.

Di rumah pelaku AN, polisi menemukan sejumlah barang milik korban.

Barang barang milik korban itu antara lain seperti handphone Xiaomi, botol parfum dengan bercak darah, Alquran dan kain sarung warna biru.

Selain itu polisi juga menemukan bahwa bercak darah diduga milik korban berceceran di mana-mana.

Selain itu di dalam rumah itu juga ditemukan ada bercak darah di mana-mana. Di alas meja, piring, di tembok.”

“Berdasarkan temuan itu, tim bergerak melakukan penangkapan terhadap pelaku,” jelas Agung.

5. Pelaku ditangkap saat di Panti Pijat 

AN dan DV ditangkap saat berada di panti pijat di Binjai, Sumatera Utara pada Jumat (25/9/2020).

Mereka ditangkap setelah empat hari pengejaran.

Dua pelaku itu sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam saat hendak ditangkap polisi.

Mereka berusaha untuk melarikan diri.

Akibatnya, polisi terpaksa menembak kaki pelaku agar tidak melakukan perlawanan.AGEN POKER ONLINE

“Kedua pelaku kami lumpuhkan, karena melawan petugas dengan senjata tajam dan mencoba untuk kabur,” ujar Agung.

Namun, pelaku pembunuhan itu rupanya ada empat orang.

Dua orang di antaranya kini masih dalam pengejaran.

Kedua pelaku berinisial AN dan DV. Masih ada dua pelaku lagi yang kami buru. Identitasnya sudah kami kantongi,” jelas Agung.

 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *