Kekerasan Rumah Tangga Banyak Terjadi Dimasa Pandemi Covid-19

Kekerasan Rumah Tangga Banyak Terjadi Dimasa Pandemi Covid-19

 

 

Kekerasan Rumah Tangga Banyak Terjadi Dimasa Pandemi Covid-19

BERKAHPOKER Pandemik COVID-19 masih terus berlangsung. Mau tak mau, kita tetap disarankan untuk melakukan segala aktivitas dari rumah, baik untuk sekolah, kuliah, bekerja, dan lain sebagainya.

Sekilas, ini merupakan hal yang baik karena kita bisa berkumpul bersama keluarga. Namun, bagi sebagian orang, “terkurung” bersama keluarga bukanlah hal yang menyenangkan.

Fenomena tersebut dapat berpengaruh besar bagi kesehatan psikologis seseorang, apalagi di masa pandemik ini. Dokter spesialis kejiwaan, dr. Guntara Hari, Sp.KJ, mengulas masalah ini dalam seminar bertajuk “Mengatasi Gangguan Cemas di Masa Pandemi.

1. Statistik peningkatan kekerasan domestik di Indonesia

Terjadi peningkatan sangat drastis kekerasan rumah tangga yang mengakibatkan banyak kasus seperti selingkuh dan bercerai karena beberapa faktor seperti kekurangan dana ekonomi dan banyak terjadi pemecatan masal di seluruh dunia.

Begitu pula di Indonesia. Menurut data yang dipaparkan dr. Guntara, selama 3 bulan pertama pandemik, tercatat ada 250 kasus KDRT yang dilaporkan. Jumlah itu sudah mencapai setengah dari kasus tahun lalu. AGEN POKER TERPERCAYA

2. Kekerasan domestik meningkat karena pelaku bersama dengan korban setiap saat

Pemaparan dr. Guntara tersebut cukup menjelaskan kenapa kekerasan domestik bisa meningkat di tengah pandemik. Ia menambahkan bahwa kecemasan yang dialami pada masa sulit ini kian memantik amarah. Hal tersebut bersamaan dengan sifat buruk pelaku, semakin memicunya untuk melakukan kekerasan.

Sangat perlu di ketahui oleh semua pihak mau kaum muda atau usia lanjut, kekerasan domestik dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Mulai dari kekerasan fisik, verbal, emosi, religiositas, reproduktif, hingga seksual. Selain itu, siapa pun berisiko untuk mengalaminya, baik istri, suami, maupun anak-anak.

3. Kekerasan domestik berdampak besar pada kondisi mental korban

Dengan kekerasan meningalkan bekas luka pada korban akan mejadi cacat pada fisik seperti temprament terlalu tinggi atau pun menjadi takut pada orang lain karena terjadi cacat fisik permanent yang menimbulkan bekas.

Dampak yang pertama paling umum di jumpai pada KDRT akan menjadi seseorang yang memiliki sifat depresi menempel di kehidupan dan tidak mudah untuk menghilangkan depresi tersebut.

Kondisi mental lainnya yang berpotensi dialami korban adalah gangguan seksual secara psikologis, gangguan kepribadian ambang, kecanduan alkohol atau obat terlarang, hingga pikiran untuk bunuh diri. AGEN POKER ONLINE

Jika kamu mengalami tindakan tersebut atau menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga, jangan ragu untuk melaporkannya ke Komnas Perempuan, LBH APIK, atau Women’s Crisis Center. Tak ada salahnya juga untuk minta bantuan kepada teman, saudara, atau orang terdekat yang kamu percaya.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *