Inilah Beberapa Penyebab Alasan Pria Berselingkuh Dan Tetap Kembali Mempertahankan Rumah Tangga Tersebut

BERKAHPOKER Apa pun alasannya, perselingkuhan adalah hal yang salah. Kamu mungkin pernah menemukan kasus di mana seorang pria yang berselingkuh namun tetap mempertahankan rumah tangganya. Keadaan ini tentu menimbulkan kontradiksi. Jika ia memang mencintai perempuan baru, mengapa tidak bercerai dan menikah dengan selingkuhannya saja?

Meskipun pria merasa bahagia dengan selingkuhannya, ia tetap menyimpan rasa bingung di dalam hati. Berikut ini tujuh hal yang bisa menjadi alasan mengapa pria yang berselingkuh tetap bertahan dengan istrinya.

1. Baginya rumah tetap tempat terbaik

Bagi seorang suami, rumah ibarat sebuah istana. Mungkin kadar cinta dan gairah telah berkurang. Namun, rumah tetap menjadi tempat pulang saat ia merasa lelah.

Ia mengenal istrinya dalam waktu yang lama. Selama ini istri telah mengurus hidupnya, menyiapkannya makanan, hingga memberinya anak. Sebenarnya ia merasa nyaman dengan hidupnya. Ia berselingkuh hanya karena ingin mencoba hal baru dan memenuhi rasa penasaran.

2. Ia hanya mencari pelarian

Pada beberapa kasus, pria yang berselingkuh sebenarnya mempunyai keluarga yang harmonis. Tidak ada masalah yang berat antara ia dan istrinya. Ia tetap mencintai istri dan anak-anaknya.

Lalu mengapa ia mencari cinta yang lain? Sebenarnya, bukan cinta yang ia cari, namun sebuah petualangan. Saat ia telah merasa cukup dengan rasa penasarannya, ia akan kembali pulang kepada keluarga.

3. Ia menyadari berselingkuh tidak memberikan kebahagiaan

Awalnya, ia mengira bahwa jika ada perempuan baru, hidupnya akan berubah. Ia berekspektasi bahwa selingkuh dapat memberinya kebahagiaan. Mungkin di awal, hal ini memang benar. Namun lama kelamaan, ia mulai menyadari bahwa kebahagiaan yang ia temukan bersifat semu. AGEN POKER TERPERCAYA

Belum lagi ditambah hubungan yang harus dijalani secara sembunyi-sembunyi membuat hatinya merasa tidak tenang. Lambat laun, bukan bahagia yang ia dapat, justru rasa bersalah yang semakin besar.

4. Ia mempunyai rasa cinta yang besar untuk istri dan anaknya

Logisnya, jika ia memang mencintai selingkuhannya, mengapa ia tetap mempertahankan sang istri? Seberapa baik perlakuannya pada selingkuhan, istri tetap menjadi yang utama di hatinya. Ia juga tidak pernah berpikiran untuk benar-benar meninggalkan sang istri.

Di lubuk hatinya, ia merasa apa yang telah ia lalui bersama istrinya terlalu berharga untuk dibuang demi perempuan lain. Sementara di satu sisi, ia juga tidak yakin apakah ia benar-benar cinta atau hanya merasakan kebahagiaan yang sesaat bersama orang baru.

5. Ia tidak punya keberanian untuk mengambil keputusan

Misalnya, ia telah menikah selama sepuluh tahun dan menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarganya. Lalu, ia bertemu dengan perempuan lain yang lebih muda dan menarik. Perasaan yang baru timbul ini memang kerap menjadi gejolak yang menggebu-gebu.

Beberapa pria mungkin memutuskan untuk menceraikan istri dan melanjutkan hubungan dengan selingkuhannya. Namun, gak sedikit pula yang pada akhirnya tetap kembali pada keluarga. Hal ini bisa terjadi karena ia gak cukup berani untuk mengambil keputusan yang sangat berisiko.

Di dalam benaknya pun ia bertanya, apakah dengan perempuan baru ini hidupnya akan lebih bahagia? Belum lagi risiko untuk berpisah dengan anak-anak yang akan ia hadapi setelah bercerai.

6. Hak asuh anak dan pembagian harta gono-gini

Selain menyakitkan bagi pasangan, perceraian juga berdampak pada psikologis anak. Setelah bercerai, kemungkinan besar hak asuh akan jatuh pada istri dan ia memiliki waktu yang terbatas untuk bertemu anak. Meskipun sikapnya salah, ia tidak mau mengorbankan kebahagiaan anak-anak demi egonya sendiri.

Hal lain yang bisa menjadi pertimbangannya adalah sejumlah aset yang didapat selama pernikahan. Saat memutuskan berpisah, harta bersama akan menjadi gono-gini yang harus dibagi. Mungkin terdengar licik, namun hal ini nyata dan terjadi di sekeliling kita.

7. Ia menyadari telah melakukan kesalahan

Seberapa hebat pun seorang pria menyembunyikan perselingkuhan, ia tetap tidak bisa membohongi perasaannya. Akan ada rasa bersalah yang berkecamuk di hatinya saat ia melihat istri menunggunya pulang, menyiapkan makan, mengasuh anak dan sebagainya.

Ia bisa saja merasa kebingungan harus mengakhiri atau melanjutkan perselingkuhan. Ia dihantui rasa takut bila perselingkuhannya terbongkar. Sementara ia juga tidak ingin berpisah karena masih sangat mencintai istrinya.

Apa pun alasannya, berselingkuh dan bersedia menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan adalah hal yang salah. Semoga ulasan ini bermanfaat. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *