Inilah 3 Gejala Serius Jika Terlalu Sering Menkomsumsi Makan Dengan Kadar Gula Tinggi

BERKAHPOKER Camilan manis digemari banyak orang untuk menemani waktu santai. Harus diakui, makanan yang manis memang menggiurkan. Namun, konsumsinya yang terlalu tinggi bisa berdampak negatif. Makanan maupun minuman manis umumnya kurang bernutrisi, tinggi lemak jenis, dan pemanis buatan.

Lebih jauh, konsumsi makanan dan minuman manis dalam jangka panjang dapat meningkatkan berbagai risiko masalah kesehatan seperti di bawah ini.

Untuk menhindari resiko penyakit karena menkomsumsi makanan yang kadar gula tinggi maka kita harus menghindari makanan dengan pengawet gula atau pemanis buatan, jika di komsumsi maka bisa menjadi resiko yang sangat berbahaya untuk kesehatan.
Lebih jauh, konsumsi makanan dan minuman manis dalam jangka panjang dapat meningkatkan berbagai risiko masalah kesehatan seperti di bawah ini.

1. Arteri koroner

Ada dua jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat dan high-density lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik.

Pilihan gaya hidup seperti olahraga dan pola makan dapat memengaruhi kadar kolesterol.

peningkatan konsumsi makanan manis dapat menurunkan tingkat HDL, yang mana ini merugikan kesehatan jantung.

HDL sangat penting bagi tubuh karena membantu menghilangkan kelebihan kolesterol dari darah. Rendahnya kadar HDL memudahkan kolesterol menumpuk di pembuluh darah dan menghambat aliran darah atau memblokirnya, suatu kondisi yang dikenal sebagai penyakit arteri koroner. AGEN POKER TERPERCAYA

2. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah penyakit radang usus, yang berarti kondisi tersebut memicu peradangan saluran usus secara terus-menerus. Penyakit ini menyebabkan beberapa efek serius, seperti sakit perut, demam, diare terus-menerus, dan kehilangan nafsu makan.

Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh, yang merupakan dua bahan utama pada makanan manis, merupakan faktor risiko utama penyakit Crohn.

3. Diabetes tipe 2

Asupan gula yang berlebihan telah lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko diabetes. Obesitas, kondisi yang dianggap sebagai faktor risiko terkuat untuk diabetes sering disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi camilan manis yang tinggi gula.

Lebih jauh, pola makan tinggi gula secara berkepanjangan berisiko memicu resistansi insulin, suatu hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi mengatur kadar gula darah. Resistansi insulin ini menyebabkan kadar gula darah melonjak dan sangat meningkatkan risiko diabetes.

Sebuah studi yang melibatkan peserta di lebih dari 175 negara menemukan bahwa risiko diabetes berkembang sebesar 1,1 persen untuk setiap 150 kalori gula, atau sekitar satu kaleng soda, yang dikonsumsi per hari. AGEN POKER ONLINE 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *