Beberapa Hal Penting Ibu Hamil Harus Ke Dokter USG Fetomaternal

BERKAHPOKER Di masa kehamilan, ada berbagai pemeriksaan rutin yang perlu Mama lakukan yang bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan mama maupun bayi dalam kandungan. Salah satu metode yang digunakan untuk memeriksa kondisi kehamilan adalah ultrasonografi atau USG.

USG adalah teknik untuk menggambarkan atau mencitrakan kondisi bagian dalam tubuh menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi. Pada kehamilan, USG berguna untuk memonitor denyut jantung janin, memperoleh visualisasi organ-organ dalam, dan memonitor perkembangan janin.

Ada berbagai jenis USG yang umum dilakukan di masa kehamilan. USG fetomaternal salah satunya. Jenis USG ini dianggap lebih akurat menemukan jika adanya kelainan pada kondisi kehamilan dan bayi di kandungan lebih dini.

1. Mendeteksi kelainan genetik

USG fetomaternal dapat mengetahui jika adanya risiko kelainan kromosom dan genetika yang berpotensi membuat bayi lahir cacat. Menurut dr. Purnawan, penilaian USG detil pada usia kehamilan 11-14 minggu dapat menilai kemungkinan adanya kelainan kromosom, seperti Down Syndrome (Trisomi 21), Edward syndrome (Trisomi 18), dan Patau syndrome (Trisomi 13), serta beberapa kelainan syaraf pusat janin. Penilaian USG ini mengukur tebal ruangan di belakang leher janin (nuchal translucency), deteksi tulang hidung (nasal bone), octopus sign, dan lain-lain.

2. Mengetahui usia kehamilan secara akurat

Pemeriksaan dokter atau pun USG biasa belum dapat memperkirakan usia kehamilan secara akurat. Sedangkan USG fetomaternal dapat mengetahui usia kehamilan secara akurat dengan tingkat kesalahan hanya 1-2 hari. Penentuan usia kehamilan ini penting untuk menghindarkan kesalahan taksiran persalinan sehingga dokter dapat memantau perkembangan janin lebih detil sesuai usianya.  AGEN POKER TERPERCAYA

3. Menilai detil struktur organ

USG fetomaternal dapat memotret jika adanya struktur organ bayi dalam kandungan yang bermasalah. Misalnya adanya pengumpulan cairan di otak, gangguan otak belakang, profil wajah (mata, hidung, bibir), gangguan katup jantung, kelainan arah pembuluh darah jantung, organ perut (ginjal, kandung kemih, diafragma), kelainan organ kelamin, anggota gerak, dan lain-lain. Bahkan dengan USG fetomaternal, dokter dapat mengetahui kondisi plasenta dan air ketuban. Umumnya, kondisi-kondisi terkait organ ini dapat diketahui pada usia kehamilan 20-24 minggu.

4. Menemukan masalah tumbuh-kembang janin

Pada banyak kasus, tumbuh-kembang janin di masa kehamilan baik, kemudian mengalami permasalahan seiring berjalannya waktu. Bisa jadi pertumbuhan yang terhambat, atau justru berlebihan.

USG fetomaternal dapat memantau grafik pertumbuhan janin sehingga dokter dapat memprogram agar berada di batasan normal berat badannya sehingga bayi lahir dalam kondisi sehat dan optimal.

5. Mengantisipasi lebih dini

USG fetomaternal biasanya dilakukan pada ibu hamil dengan risiko tinggi, meskipun sebetulnya siapapun ibu hamil bisa melakukannya. Pada ibu hamil dengan risiko tinggi, USG fetomaternal membantu dokter merencanakan terapi, pengobatan lanjutan pasca lahir, dan pencegahan komplikasi misalnya risiko preeklampsia, janin dengan kelainan, program untuk janin yang terlalu kecil atau besar.

Yang harus dipahami, USG fetomaternal tidaklah sama dengan USG 3D/4D. “USG 3D/4D adalah fitur di mesin USG untuk melihat kontur janin secara 3 atau 4 dimensi, sebagai pelengkap dari pemeriksaan USG 2D, seperti melihat profil muka, kelamin, dll. Bukan untuk penilaian detil organ janin,” ungkap dr. Purnawan Senoaji dalam akun Instagramnya.

Itu dia seputar pentingnya USG fetomaternal yang penting Mama ketahui. Konsultasikan dengan dokter kandungan mama untuk mengetahui apakah Mama membutuhkan pemeriksaan USG fetomaternal ini beserta prosedur-prosedur yang harus diikuti. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *