Beberapa Cara Mengatasi Pasangan Yang Terlalu Hobi Membuat Video Intim

Banyak beredarnya kasus video vulgar yang memperlihatkan dua orang sedang berhubungan seks memang sangat mengkhawatirkan banyak pihak. Apalagi kalau video tersebut ditonton langsung oleh anak-anak di bawah umur.

Namun, perlu dipahami bahwa ada faktor yang menyebabkan seseorang bisa merekam aktivitas seksual mereka bersama pasangan.

Ada rasa penasaran dan coba-coba seperti yang mereka lihat di video-video porno. Selain itu, menonton diri sendiri memberikan sensasi yang berbeda. Sama seperti menyimpan foto atau video lainnya, menyimpan rekaman seks juga dimaksudkan untuk menyimpan sebuah kenangan bersama pasangannya, ucap Alexandra Gabriella sebagai psikolog klinis.

Namun, apabila pasangan terlalu hobi dan terus membuat sebuah rekaman selama sesi bercinta memang terasa kurang nyaman.

Yuk, disimak pembahasan kali ini!

1. Cobalah untuk saling berdiskusi bersama pasangan

Dalam menjalani kehidupan bercinta di atas ranjang, pasangan suami istri tentu membutuhkan komunikasi yang intens dan baik agar memahami keinginan satu sama lain.

Apabila pasangan cukup hobi membuat video hubungan intim selama sesi bercinta, maka perlu berdiskusi banyak hal mengenai kebiasannya tersebut. Ini perlu dilakukan apalagi kalau kita merasa kurang nyaman.

Diskusikan dengan terbuka apa saja pertimbangan yang memberatkan kita. Malu? Takut tersebar? Bisa jadi karena ada hal-hal lain yang dirasa sangat mengganggu.

Sebagai psikolog, Alexa menjelaskan penting sekali untuk mengatakan rasa keberatan ketika pasangan berniat mengabadikan momen saat berhubungan seks. Utarakan saat perasaan yang ada agar pasangan bisa mengerti.

2. Usahakan tidak melakukan penolakan secara emosional

Rasa keberatan ketika pasangan terus hobi merekam segala aktivitas seksual saat di atas ranjang perlu dibicarakan secara baik-baik.

Jangan langsung menyalahkan atau membuat label tersendiri bahwa permintaan tersebut aneh. Usahakan juga untuk tidak memberikan respons yang frontal karena akan membuat pasangan kehilangan trust atau justru membuatnya semakin penasaran.

Saat menolak karena tak ingin direkam, Alexa mengingatkan bahwa kata-kata yang terucap jangan sampai menyakiti hati atau terkesan emosional.

Hargai permintaan tersebut sebagai bentuk keterbukaan dan kepercayaan dari pasangan terhadap kita. Perlu diingat bahwa pada kenyataannya banyak orang yang sulit terbuka akan fantasi-fantasi seksual seperti ini.

3. Mencari posisi seks yang intim agar tidak membosankan

Ada banyak faktor yang bisa memicu keinginan seseorang untuk merekam aktivitas seksualnya bersama pasangan. Bisa saja ini terjadi karena aktivitas seksual di atas ranjang terasa membosankan dan kurang bervariasi.

Maka dari itu, alangkah lebih baik untuk saling berdiskusi terkait posisi seks yang akan digunakan selama sesi bercinta. Ini perlu dilakukan agar kualitas kehidupan seks bersama pasangan lebih baik dan semakin intim.

Tak ada salahnya juga untuk bermain role play seakan-akan pasangan sedang merekam. Ini bisa membantu pasangan untuk menyalurkan fantasi seksnya, walau hanya seolah-olah sedang benar-benar merekam aktivitas seksual.

4. Mencari tahu alasan pasangan atas ketertarikannya ketika merekam aktivitas seksual

Sebagai suami istri, cobalah untuk memahami kebutuhan dan keinginan pasangan selama berhubungan seks. Apalagi perlu diingat bahwa setiap orang memiliki fantasi seks yang berbeda-beda di dalam pikirannya.

Cobalah tanyakan apa yang membuatnya tertarik untuk merekam hubungan intim mereka. Ketika kita tahu apa yang menarik untuk dia, maka bisa berusaha membantunya mencari hal-hal lain yang sekiranya bisa cukup memuaskan hasratnya.

Perlu diingat bahwa komunikasi terkait kehidupan seks bersama pasangan harus dijaga dengan sebaik mungkin.

5. Mencoba untuk memahami pikiran pasangan

Terkait fenomena pasangan yang merekam aktivitas seksual mereka, Alexa sebagai psikolog mengatakan bahwa penting juga untuk mencoba memahami pikiran pasangan kita.

Kita pun bisa mencoba menyelami pikiran pasangan dengan mencoba melihat adegan hubungan intim dari kamera tanpa merekam. Seakan-akan kamu atau pasangan dapat menyaksikannya dalam bentuk video. Jadi bisa menggunakan kamera seperti sedang selfie berdua, namun tidak direkam atau diabadikan.

Cara ini bisa dilakukan agar kedua belah pihak bisa sama-sama nyaman. Dalam artian, pasangan bisa mengekspresikan fantasi seksualnya walau tidak benar-benar direkam.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *